Sheza melihat Zello yang sudah menunggunya di parkiran depan. Bukan sekedar menunggu di dalam mobil. Tapi Zello menunggu Sheza dengan bersandar di pintu mobil. Zello mengulurkan tangannya ketika Sheza sudah berada di dekatnya. "Capek?" Sheza mengangguk, tapi senyum bahagia tak luntur dari wajah cantiknya. "Kamu ingin kemana setelah ini?" Zello bertanya sambil memasangkan sabuk pengaman kepasa Sheza. "Makan malam romantis bersamamu. Rasanya lama sekali kita nggak jalan jalan berdua." Zello menarik tengkuk Sheza lalu melumat sekilas bibir Sheza. Sheza menerima nya dengan senang hati. Mereka berciuman hanya sebentar karena ternyata terdengar bunyi perut Sheza yang keroncong. Sheza masuk ke dalam pelukan Zello karena dia malu. Wajahnya menjadi merah karena bisa bisanya perutnya

