Bab 37

759 Words

Sheza pasrah, meskipun tahu Zello demam tapi tetap saja Zello mengurung Sheza di ruangan itu. "Zello..... ahhhh......" Zello tak bisa berhenti dan terus menghujam Sheza di bawah sana. Hampir satu jam berlalu dan akhirnya Zello mendapatkan pelepasannya. Kedua kening mereka bersentuhan, dengan napas yang memburu. Wajah Sheza merah padam saat ini. "Zello.... pinggang ku....." rengek Sheza ingin menangis. Rasanya kesal sekali karena Zello terus menghajar nya tanpa ampun. Terlebih ketika Sheza terus memanggil namanya berkali kali itu membuat Zello semakin menggila. "Biar kamu nggak marah lagi sayang." celetuk Zello asal Mata Sheza melotot ke arah Zello. Bisa bisa nya dia mengatakan itu di saat mereka selesai bercinta. Sheza yang kesal, mencubit perut Zello yang membuat Zello in

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD