Hari itu setelah Sheza mulai bangkit, dia sudah bisa makan dengan benar. Moza juga Raka tersenyum lega. Wajah Sheza yang semula pucat sudah mulai berseri kembali. Hanya saja sorot matanya tak akan bisa membohongi orang terdekatnya jika luka itu masih ada. Sheza yang sudah merasa lebih baik dari sebelumnya pergi ke ruang ICU dimana Zello belum juga mau membuka mata nya. Saat Sheza melihat dari luar ruangan, air mata Sheza kembali terjatuh. "Zello, maafkan aku karena aku nggak bisa jaga anak kita. Maaf udah bikin kamu harus terbaring disana sendirian." ucap Sheza lirih. Moza yang mengantar Sheza ikut terluka dengan takdir yang membuat anak dan menantunya harus menderita seperti ini. Moza menepuk pelan pundak Sheza. Hari ini juga Sheza memutuskan untuk kembali ke Negera asalnya meningga

