Puasa

1578 Words

“Yo, kamu sudah pulang?” Tania buru-buru berdiri untuk menyambut kedatangan suaminya. Tapi pandangan Aryo nggak tertuju pada Tania, dia menatap Oma yang sedang duduk menunduk dan memainkan ujung tuniknya. Dinda sudah turun dari pangkuan Oma dan masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Oma merasa malu untuk mengangkat wajah dan menatap pada Aryo. Apa yang dikatakan lelaki yang sudah dia anggap sebagai anak itu terbukti kebenarannya. “Oma? Oma baik-baik saja? Sehat-sehat saja?” Aryo langsung mendekati Oma dan duduk di sampingnya. Dirabanya tangan Oma dan kaki Oma, kayak orang lagi pijat urut tapi ngebut. ‘Plak!’ Oma menepuk tangan Aryo yang bukannya bikin enak tapi bikin sakit. “Kamu mau balas dendam sama Oma, ya? Kok, mijit nenek-nenek kayak lagi bikin adonan roti!” “Maaf, Oma. Kebia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD