Tentang Kecebong

1689 Words

Langkahnya sempat ragu ketika akan memasuki gedung tempatnya bekerja dulu. Dia tidak tahu apa ini keputusan yang tepat dan beberapa kali dia sempat ragu untk melakukan hal ini. Tapi setelah berhari-hari berkutat dengan rasa bersalah dan penyesalan mendalam, dia memberanikan diri untuk datang ke sini.   “Bu Endang?” Security yang baru keluar dari dalam gedung mengenali sosok wanita yang kelihatan bingung di depan pintu masuk.   “I-iya, Pak. Apa Pak Aryonya ada?”   Security teringat kalau Endang dilarang masuk lagi ke gedung ini apa pun alasannya. Jadi dia pun pasang wajah garang dan menggelengkan kepala.   “Kalau ada juga beliau tidak akan mau menemui Ibu. Sebaiknya Ibu pergi sebelum saya mengusir paksa,” kata security sembari memegang bahu Endang.   “Ini penting, Pak. Kalau meman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD