empat puluh sembilan

1024 Words

Deff saat ini tengah berada di ruangannya, sibuk memerhatikan gambar hasil jepretannya tadi. Di sesi kedua foto Rei memang terlihat jauh lebih baik. Percaya diri, kuat, elegan, anggun, dan cantik. Tak ada yang bisa menutupi kalau Rei memiliki mata cantik, mata yang dulu juga membuat Deff jatuh cinta. Tatapan ceria dan bersinar, selalu bisa membuatnya tersenyum. Hal itu malah membuat sang fotografer, menatap lamat-lamat pada layar. Setelah tersadar ia segera memilah kembali foto-foto yang paling menonjol dibanding yang lain. Satrio kini juga duduk di samping sang ketua tim. "Gue rasa, lo tuh tadi terlalu keras deh." Satrio kembali mengungkapkan pendapatnya. Dia tahu memang sang ketua tim cukup keras, tapi biasanya tidak sampai seperti itu. Baginya apa yang dilakukan oleh Deff tadi sedik

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD