Eps. 47 Berangkat Tanpa Pamit

1350 Words

Malam itu suasana ruang kerja Ferrin terasa tenang, hanya terdengar suara lembut kipas AC. Pria itu baru saja selesai melipat beberapa baju dan memasukkannya ke dalam koper kecil di samping tempat tidur. “Akhirnya, apa yang perlu kubawa sudah siap semua,” desahnya lega sambil menatap koper yang kini tertutup rapi. Ia kemudian menarik kursi dan duduk di depan meja kerja, menyalakan laptopnya untuk memastikan semua berkas presentasi dan catatan medis tersimpan dengan baik. Layar laptop memantulkan cahaya lembut ke wajahnya yang tampak lelah namun puas. Sesekali pandangannya teralih ke foto kecil di sudut meja, foto para dokter muda di seminar tahun lalu. Senyumnya tipis, namun ada keraguan samar di matanya. “Besok pasti akan berjalan lancar,” gumamnya, seolah meyakinkan diri sendiri. Namu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD