Part 78

1358 Words

Belum sampai diriku berjalan lebih cepat, Widya terdengar mengaduh jika dirinya akan mencapai orgasmenya. Hal tersebut juga terjadi pada pak Narto dimana dia tak mau kalah ingin menyemprotkan isi buah zakarnya yang tak tau untuk ke berapa kalinya. “Kkeluaarrrr…paakkgghhh….”, tubuh Widya menekuk ke depan dan akibatnya perut hamilnya tertekan oleh tubuhnya sendiri. “Aaaakkkkhhh…..keluar bapak!!!”, dengan sekali sentak aku bisa melihat bahwa pak Narto membenamkan sangat dalam batang kontolnya seperti ingin mengisi penuh rahim Widya. Beberapa kali pak Narto mengedutkan pantatnya untuk menyemburkan benih-benih anaknya mengisi rahim Widya. Dalam hal ini jujur aku mulai merasa kasihan terhadap Widya. Tengah hamil dan kehamilannya bukan oleh suami sahnya, menjadi pemuas nafsu dan sekarang di ha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD