Levon mengangkat wajah Ellara dengan kedua tangannya. "Aku bersamamu." Ellara menggeleng kecil, seolah kata-kata itu terlalu berat untuk diterima. “Jangan katakan itu,” bisiknya. “Kau tidak tahu apa artinya janjimu untukku.” “Aku tahu,” jawab Levon. “Artinya aku berdiri di sisimu meski dunia runtuh sekali pun. Artinya aku menerima seluruh kebencianmu juga, Ella." Ellara menelan napas. "Lepaskan aku, Levon." Tangannya terangkat, mencengkeram pergelangan Levon. “Aku bisa saja menjadi akhir dari segalanya." “Dan aku sudah hidup cukup lama berdampingan dengan akhir,” balasnya. Untuk sesaat, Ellara tampak goyah. Dinding yang selama ini ia bangun begitu tinggi di atas luka masa lalunya, kini mulai runtuh. Ellara tersenyum kecil, dan dengan gerakan pelan, ia mengaitkan jemarinya di balik le

