Hari pertama tanpa Darco Konstantin terasa ganjil bagi Levon. Ruang kerja Darco masih terkunci. Levon berdiri cukup lama di depan pintu itu, telapak tangannya menempel pada kayu tebal yang dingin. Untuk pertama kalinya, ia tidak tahu apakah ia boleh masuk atau apakah masuk ke sana berarti mengakui bahwa semuanya kini benar-benar miliknya. "Akhirnya ...," ucap Levon saat pintu terbuka. Aroma tembakau dan kulit tua masih menggantung di udara. Tidak ada pesan apapun yang tertinggal, karena Darco bukanlah tipe manusia yang suka meninggalkan perpisahan. Ia selalu percaya bahwa dunia akan terus berjalan, dengan atau tanpa dirinya. Di luar, satu per satu anak buah Konstantin mulai bergerak. Mereka datang dengan wajah datar. Tak ada satu pun yang berani bertanya ke mana Darco pergi, bahkan untu

