30. Lezat

1166 Words

Bunyi b****g piring yang membentur meja terdengar saat Vei meletakkan masakannya di hadapan Gama. Ia membuat tumis daging ayam ekstra sayuran memanfaatkan bahan yang ada di kulkas. Gama menghirup aroma masakan Vei dalam-dalam. “Hm, baunya enak sekali,” pujinya meski belum menikmatinya. “Diam dan makan. Nasinya di termos," kata Vei ketus di mana ia tengah mencuci penggorengan bekas masaknya. “Kau tidak ikut makan?” tanya Gama. “Aku tidak lapar.” “Jangan bilang kau tidak makan sejak tadi siang,” tanya Gama penuh selidik. Ia khawatir karena terlalu memikirkan masalahnya, Vei sampai tidak nafsu makan. “Itu bukan urusanmu. Kenapa kau berisik sekali? Makan saja dan segera pergi dari sini,” timpal Vei seraya menoleh pada Gama dan mendelik. “Ck, mana mungkin aku makan sementara yang pun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD