Leroy seketika langsung berhenti ketika mendengar Zia menginginkan dirinya. "Sayang, kita pulang sekarang. Aku tak mau kita melakukan nya disini." Mata Zia kembali terbuka, dia menatap Leroy bingung. Detik berikutnya matanya membelalak ketika Leroy tiba tiba mengangkat tubuhnya dengan sudah terbungkus rapi dengan selimut. "Leroy, kau?" "Diam sayang." Zia menutup mulutnya tak lagi bersuara. Terlebih ketika Leroy meminta sopir pribadinya menyiapkan mobil untuk membawa pulang Zia. Leroy juga meminta anak buah nya menyelesaikan administrasi rumah sakit. "Leroy, bagaimana dengan Nata dan Rega? Mereka akan mencari kita." "Biarkan saja sayang, urusan kita tak bisa di tunda lebih lama lagi." Zia tak lagi mendebat, dia pasrah karena beberapa kali Leroy meminta hak nya yang sebenarnya

