Bab 8

908 Words
Alvaro bingung saat ingin melanjutkan perkataannya. Tapi Leroy sudah bisa menebak apa yang akan di katakan Alvaro kepadanya. Bukan rasa sakit yang Leroy rasakan tapi kecewa dan merasa jika Evelyn terlalu menyepelekannya. "Awasi Evelyn terus. Dan masalah dia di pecat, tak perlu dibantu. Biarkan saja." Ting.... Lagi, ponsel Leroy berbunyi. Disana ada pesan masuk dari nomer tak dikenal. Awalnya Leroy tak ingin membukanya. Tapi tangannya terlalu gatal dan penasaran dengan apa isi pesan itu. Saat Leroy membukanya, matanya melotot. Di dalam pesan itu ada beberapa foto dan juga video Evelyn bersama laki laki yang berbeda. Leroy meremas ponselnya kuat. Selama ini, semua kebutuhan Evelyn sudah di penuhinya. Tapi kenapa Evelyn masih melakukan itu. Leroy mulai mengingat bagaimana pertemuan pertamanya dengan Evelyn. Dia tak sengaja menabrak Evelyn yang tengah kabur dari kejaran orang orang club malam. Berawal dari rasa kasihan membuat Leroy menampung Evelyn di tempatnya. Lalu memberinya pekerjaan. Sekalipun pekerjaan nya tak rapi Leroy tetap mempertahankan Evelyn disisinya. "Alvaro, selidiki masa lalu Evelyn tanpa ada yang tertinggal. Aku mau data itu ada di meja ku sore nanti!" Alvaro sempat meragukan pendengarannya tapi melihat wajah serius Leroy, perintah yang baru saja dia dengar itu nyata. "Baik tuan muda, ada lagi yang kau butuhkan?" tanya Alvaro. "Dimana istriku?" Alvaro sempat tersedak ludahnya tapi kemudian dia menormalkan raut wajahnya yang kaget karena tiba tiba Leroy menyebut Zia langsung sebagai istrinya. Leroy yang melihat wajah aneh Alvaro pun menyipitkan matanya. "Kenapa wajahmu begitu? Apa aku salah menyebut Zia sebagai istriku?" Alvaro menggelengkan kepalanya cepat, dia tak mungkin mengingatkan apa yang terjadi tadi pagi pada mereka. "Nyonya muda seorang masih ada pemotretan untuk majalah kosmetik. Dia akan bekerja sampai larut malam." Mata Leroy melotot, kenapa istrinya itu harus bekerja sampai larut jika Zia sudah mempunyai banyak uang. Apalagi yang Zia cari sebenarnya? Semua pertanyaan itu muncul di benak Leroy. "Kenapa istriku harus bekerja sampai larut malam, aku punya banyak uang jika dia membutuhkannya!" Lagi lagi Alvaro tersedak ludahnya sendiri. Ingin sekali Alvaro menjitak kepala Leroy untuk mengingatkan bagaimana hubungan mereka sebelum hari ini. "Nyonya muda sudah terbiasa bekerja seperti itu tuan, dan juga saat ini bukankah kalian sedang berselisih paham karena tuan masih berhubungan dengan nona Evelyn?" Leroy langsung terdiam mendengar rentetan perkataan Asistennya itu. Dia mengusap wajahnya kasar jika masih banyak hal yang harus dia bereskan. "Ehm, dan satu lagi tuan. Tadi pagi tuan juga mengatakan jika tuan mencintai nona Evelyn di depan nyonya muda. Jadi jika nanti nyonya Zia dekat dengan laki laki lain, tuan juga tak boleh marah. Pernikahan yang kalian jalani juga pernikahan bisnis bukan?" Alvaro sengaja mengingatkan hal yang menyakiti nyonya mudanya tadi pagi. "Sial!!! " umpat Leroy. Dia terbawa emosi karena papanya tiba tiba memukulnya. Setelah mengetahui apa yang dilakukan Evelyn barulah Leroy sadar alasan orang tuanya ngotot menjodohkannya dengan Zia dan langsung menikah secepat itu meskipun mereka belum pernah bertemu sebelumnya. Melihat tuannya yang terus terdiam, Alvaro yakin jika Leroy akan melakukan sesuatu untuk memperbaiki semuanya. "Kerjakan semua pekerjaan yang belum selesai. Aku ingin segera pulang dan menemui istriku. Aku akan minta maaf kepadanya tentang semua yang sudah terjadi." Alvaro tersenyum senang meskipun Alvaro tak yakin jika semuanya akan terlihat mudah. # Zia, yang masih bekerja sampai sore pun terlihat tenang. "Apa suamimu tak menghubungi mu lagi?" Zia yang sedang menikmati makanannya pun mengedikkan bahunya tanda tak tahu. "Aku lupa dimana ponselku!" jawab Zia sekenanya. Natalie langsung melongo mendengar itu, dia lalu bangkit mencari ponsel milik Zia yang entah ada dimana. Saat Natalie tengah sibuk mencari ponsel Zia, ada seorang laki laki yang menghampiri Zia. Mengulurkan sebotol air dingin untuk Zia. Zia yang sejak tadi menunduk langsung mendongak. Di depannya ada Rama partner kerjanya. Zia menerima air minum itu tanpa sungkan. Meneguknya sampai tanggal separo. Rama yang melihat itu tersenyum lembut. Dia lalu mengusap puncak kepala Zia seperti biasanya. "Satu pemotretan lagi, dan kita bisa istirahat. Kau pasti lelah hari ini?" Rama lalu duduk di samping Zia sambil menunggu Zia menikmati makannya. "Hanya pemotretan seperti biasa. Dan lelahnya akan terbayarkan jika semuanya sukses nanti." Rama mengangguk, lalu obrolan ringan pun mengalir seperti biasanya. Di selingi tawa keduanya yang terkadang pecah bersama. Dari kejauhan terlihat Leroy sedang menahan diri untuk tak menghampiri istrinya. Dia sudah berniat menjemput Zia tapi apa yang dia lihat saat ini membuat hatinya panas. Alvaro ingin sekali tertawa melihat perubahan wajah Leroy. Merah padam menahan kemarahannya yang terkesan aneh untuk Leroy. "Mungkin rasanya sama tuan, ketika nyonya muda melihat foto tuan bersama Nona Evelyn apalagi ungkapan cinta tuan muda pada nona Evelyn tadi pagi. Dan itu adalah Rama, sahabat masa kecil Nyonya dan juga partner kerjanya." Semakin panas lah Leroy, dia sendiri tak mengerti dengan apa yang dia rasakan. Dia masih bersama Evelyn tapi dia tak terima melihat Zia bersama laki laki lain. "Kau tahu banyak tentang mereka berdua?" "Tidak, hanya saja banyak fans mereka yang menjodohkan. Sayangnya kemarin, nyonya muda menikah dengan tuan. Tapi masalah baru sudah dimulai. Setahuku juga Rama bukan orang yang suka mengambil milik orang lain apalagi menggodanya." Leroy masih setia melihat Zia bersama Rama. Dia memilih untuk tak menghampiri Zia karena tak ingin membuat kegaduhan di tempat umum. "Kita pergi Al, aku akan menemui mertua ku untuk minta maaf. Aku tak mau semuanya berlarut karena salah paham. " Alvaro mengangguk, dia lalu melajukan mobilnya ke kediaman orang tua Zia. Saat mobil Leroy melintas tak sengaja mata Zia menangkap siluet mobil Leroy. "Mobil Leroy? Kenapa dia disini? Dia sekedar lewat atau ada urusan di dekat sini?" to be continued
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD