bc

Kekasihku Ibu Tiriku

book_age18+
80
FOLLOW
1K
READ
dark
forbidden
love-triangle
family
opposites attract
arranged marriage
heir/heiress
drama
tragedy
bxg
serious
city
cheating
affair
polygamy
wild
like
intro-logo
Blurb

“Papa mau menikah lagi.”

Ucapan yang baru saja dilontarkan oleh pria berumur 44 tahun—namun masih terlihat tampan dan perkasa di usianya yang menginjak 44 tahun. Tora Suseno—pria yang sudah menikah memiliki satu orang anak berusia 22 tahun dan istrinya yang terkena penyakit kanker stadium akhir di usia 46 tahun.

“Pa! Papa bercanda?” tanya Rafandi Suseno, tidak menyangka kalau ayahnya akan menikah lagi, disaat ibunya masih hidup dan makan bersama dengan mereka sekarang. Mata Rafan menatap pada ibunya, lalu ibunya menggeleng pelan.

“Kamu mau menikah dengan siapa Mas?” tanya Murni dengan lembut. Terima kalau suaminya menikah lagi asalkan wanita itu memanng baik.

“Dengan gadis pilihan Mama. Orang tuaku dan kakek nenek wanita itu saling mengenal. Jadi, ini adalah pilihan orang tuaku.” Jawab Tora, diangguki oleh Murni dengan senyuman manisnya.

***

Pernikahan yang sempat ditentang oleh Rafan, memang sudah benar dia terus menentang pernikahan itu. Karena yang menjadi ibu tirinya adalah … kekasihnya sendiri. Pacarnya yang sudah menjalin hubungan dengannya selama setahun ini.

“Rafan! Aku minta maaf, aku terpaksa pernikahan ini.” – Kirana Larasati, yang memohon maaf pada kekasih yang dicintainya. Kini Kirana menjadi istri kedua dari ayah pacarnya sendiri. Harus hidup serumah juga dengan Rafan dan ibu pria itu yang dia tahu wanita yang sangat baik dan anggun.

chap-preview
Free preview
Bab 01
“Tora, kamu ndak bisa terus kayak gini rawat Murni, sedangkan kamu tidak ada yang rawatnya. Mama dan Papa akan menjodohkan kamu dengan cucu teman kami. Dia itu ayu dan cantik banget. Kamu pasti suka sama dia.” ucap wanita paruh baya yang duduk di depan Tora, mengatakan kabar yang tidak terduga oleh Tora, kalau dirinya akan dijodohkan dengan seorang gadis dan akan menikah dengan gadis yang tidak pernah dikenal oleh dirinya. “Ma, Tora tidak bisa menikah lagi. Gimana dengan Murni? Dia pasti tidak akan setuju- -Dia setuju. Dia sudah pernah meminta kamu untuk menikah lagi bukan. Hidup dia sudah tidak lama lagi. Mama tidak mau melihat kamu yang kelelahan mengurus Murni, sedangkan kamu tidak ada yang mengurusnya. Hanya Murni terus yang kamu pikirkan.” Ucapan yang dipotong oleh ibunya, membuat Tora menatap kosong ke depan. Dia tidak mau menduakan Murni. Bagaimanapun dia mencintai Murni dan menghormati istrinya itu. Murni masih hidup. Dan masih bisa makan bersama dengan dirinya. Walau Murni terus masuk rumah sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Tetap saja sampai sekarang Murni ada bersama dengan dirinya. Belum dijemput oleh Tuhan. “Tora, kami tidak menerima penolakan. Kamu pernah meminta untuk menikah dengan Murni, disaat kami tidak setuju dengan itu. Sekarang kamu harus terima dengan apa yang kami inginkan. Silakan bisa sama Murni dan Rafan. Kalau kamu mau menikah lagi. Dan dijodohkan oleh Bapak dan Ibu.” Ucap Ibu Tora. Orang tua Tora sudah rentah. Kalau dia tidak menuruti apa yang dikatakan oleh orang tuanya sekarang, dia akan menyesal. Ibunya memikirkan tentang dirinya tidak ada yang merawat. “Tora akan sampaikan ini sama Murni dan Rafan.” Ucap Tora membuat wanita rentah itu tersenyum lembut mendengarnya. “Terima kasih Tora. Diakhir hayat Mama dan Papa. Kamu menuruti apa yang kami inginkan, dan tidak menentang kami lagi.” Ucap Ibu Tora tersenyum senang. “Nanti kamu akan bertemu dengan calon kamu. Dia sudah menerima juga.” Ucapnya lagi diangguki oleh Tora. Tora berharap yang dijodohkan dengannya memang wanita baik. Walau Tora tidak tahu berapa umur calon istrinya itu. *** Tora menatap pada anak dan istrinya yang duduk di kursi meja makan. Tora bingung harus mengatakan apa pada anak dan istrinya. Tentang pernikahannya yang akan dijodohkan oleh orang tuanya untuk dirinya. “Kamu kenapa Mas?” tanya Murni lembut, membuat Tora mendengar pertanyaan dari wanita yang lebih tua dua tahun darinya itu semakin merasakan gugup dan tidak sangup mengatakan tujuannya ini dan kabar yang disampaikan oleh dirinya ini pasti mengejutkan untuk di dengar oleh keduanya. “Papa mau menikah lagi.” Ucapan yang baru saja dilontarkan oleh pria berumur 44 tahun—namun masih terlihat tampan dan perkasa di usianya yang menginjak 44 tahun. Tora Suseno—pria yang sudah menikah memiliki satu orang anak berusia 22 tahun dan istrinya yang terkena penyakit kanker stadium akhir di usia 46 tahun. “Pa! Papa bercanda?” tanya Rafandi Suseno, tidak menyangka kalau ayahnya akan menikah lagi, disaat ibunya masih hidup dan makan bersama dengan mereka sekarang. Mata Rafan menatap pada ibunya, lalu ibunya menggeleng pelan. “Kamu mau menikah dengan siapa Mas?” tanya Murni dengan lembut. Terima kalau suaminya menikah lagi asalkan wanita itu memanng baik. “Dengan anak rekan kerjaku. Orang tuaku dan kakek nenek wanita itu saling mengenal. Jadi, ini adalah pilihan orang tuaku.” Jawab Tora, diangguki oleh Murni dengan senyuman manisnya. Murni tidak melarang suaminya menikah lagi. Dia sudah pernah mengatakan itu, untuk meminta suaminya menikah lagi. Karena Tora masih muda dan pantas untuk mendapatkan istri dan pendamping hidup yang masih sehat dan bisa melayani Tora. “Ma! Mama kenapa setuju saja dengan apa yang dikatakan oleh Papa. Nggak! Rafan tidak setuju Papa menikah lagi. Ini Mamanya Rafan masih hidup loh Pa! belum mati! Tapi Papa sudah mau menikah lagi hanya karena Nenek dan Kakek meminta Papa untuk menikah lagi.” Rafan menolak keinginan ayahnya untuk menikah lagi. Dia tidak setuju. Ibunya masih di sini bersama dengan dia. Bisa-bisanya ayahnya dengan mudahnya berkata dia mau menikah lagi. Gila saja! Kabar yang malam ini di dengar oleh dirinya begitu mengejutkan dan buat emosi. “Rafan! Jaga ucapan kamu. Mama sudah sering mengatakan pada Papa kamu untuk menikah lagi. Dia masih muda Rafan, dia pantas untuk menikah lagi. Dan memiliki istri yang sehat dan bisa melayani dirinya dengan baik. Mama tidak mau melihat Papa kamu terus terpaku sama Mama dan merawat Mama yang hidupnya sebentar lagi,” ucap Murni menatap putranya dengan tatapan tajamnya. Dia tidak mau Rafan melawan ayahnya dan berkata hal lebih buruk lagi. Rafan mendengar apa yang dikatakan oleh ibunya. Tergelak. Padahal dia hanya tidak mau ibunya dipoligami oleh ayahnya. Tidak bisakah pria tua ini bersabar menahan sampai ibunya benar-benar pergi dari atas dunia ini. Lalu pria itu bisa menikah setelahnya. “Ma! Rafan hanya tidak mau- -Kapan kamu bertemu dia Mas?” ucapan Rafan dipotong oleh ibunya, dan wanita yang telah melahirkan Rafan ke dunia ini bertanya begitu lembut pada pria yang dipanggil Papa oleh Rafan dan menjadi kebanggaan Rafan selama ini. Namun rasa bangga itu rasanya hilang begitu saja. Setelah ayahnya mengatakan kalau dia akan menikah lagi dan menduakan ibunya—wanita yang begitu cantik dan juga baik sekali. “Hem, semuanya diatur oleh orang tuaku. Mereka meminta aku bertemu dulu dengan dia, baru bertemu dengan kalian,” jawab Tora menyingkirkan piringnya yang sudah kosong, menatap lembut pada Murni. “RAFAN TIDAK MAU BERTEMU DENGAN WANITA ITU! Wanita mana yang mau dijodohkan dengan lelaki beristri! Dan sudah tua lagi!” ucap Rafan beranjak dari tempat duduknya, setelahnya pergi dari ruang makan. Murni menatap kepergian putranya dengan gelengan kecil. “Maafkan Rafan Mas. Percaya sama Murni, kalau dia pasti menerima pernikahan kamu dengan wanita pilihan orang tuamu itu pada akhirnya nanti.” Tutur Murni lembut. Tora hanya diam saja tidak membalas ucapan Murni. Matanya menatap Murni yang begitu lapang dan senang mendengar kabar pernikahannya. Terbuat dari apa hati istrinya ini? Sehingga dia bisa menerima kenyataan kalau Tora akan menikah lagi. Atau dia memaksa Tora menikah lagi. Padahal selama ini. Tora selalu ikhlas merawat Murni—wanita yang menjadi istrinya selama ini. Tidak pernah sekalipun dibenak Tora dulunya, akan menikah lagi dan memiliki istri selain Murni. Hal ini adalah hal yang harus diterima oleh dirinya, untuk menduakan Murni. Menerima perjodohan yang telah dirancang oleh ibunya. Di masa senja ibunya.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

(Bukan) Istri Simpanan

read
52.2K
bc

Gadis Tengil Milik Dosen Tampan

read
6.5K
bc

Kusangka Sopir, Rupanya CEO

read
36.5K
bc

Desahan Sang Biduan

read
55.2K
bc

Godaan Mesra Sang Duda

read
3.0K
bc

Godaan Hasrat Keponakan Istri

read
15.0K
bc

Lagi! Jangan Berhenti, Om!

read
4.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook