Menggilai 6

1921 Words
Rupanya kabar itu tidak hanya mengejutkan Deren saja, tapi juga mengejutkan Naina, pasalnya Naina Juga tidak merasa hamil, namun Entah kenapa tiba-tiba dirinya dikabarkan hamil. Jangankan hamil, menyentuh dirinya saja tidak ada Pria yang menyentuh dirinya, Bagaimana mungkin ia bisa hamil tanpa ada yang menyentuhnya , dan tentu saja ia terkejut mendengar tuduhan dari Rika kalau dirinya hamil. Karena Naina tidak ingin difitnah oleh Rika, dengan cepat Naina berdiri dan mendekati Rika, lalu menampar pipi Rika dengan kuat. "Jangan pikir aku akan diam saja saat Tante Rika memfitnahku hamil. Dokter mana yang menjelaskan kalau aku hamil? "tanya Naina setelah menampar Rika, membuat Rika langsung mengepalkan tangannya kuat karena mendapat tamparan dari Naina, yang menurut Rika ia sangat tidak pantas menerima tamparan dari Naina. "Deren, kamu boleh tidak percaya sama aku, Tapi semua orang tahu dan akan percaya dengan apa yang aku katakan, karena keponakanmu itu memang beneran hamil! "ujar Rika sambil berteriak, hingga membuat para pengunjung lainnya langsung mengalihkan aktivitas mereka dengan menonton live yang dipandu oleh Rika langsung. "Apa kau selama ini memaksaku untuk menikahi kamu karena kau sudah hamil? "tanya Deren sambil menjepit kuat kedua pipi Naina, membuat Naina benar-benar merasa sangat kesakitan, ditambah lagi Deren tidak memberi dirinya kesempatan untuk menjawab pertanyaan Deren, hingga Naina hanya bisa menahan rasa sakit di wajahnya. Karena Deren tidak mendapat jawaban dari Naina, Deren langsung melepaskan tangannya dan menyeret Naina untuk pergi dari tempat umum itu, yang ternyata Rika mengikuti langkah Deren dan juga Naina dari belakang. Deren membawa Naina ke mobilnya, dan ternyata Rika juga tetap mengikuti Deren, dan berdiri di samping Deren. "Katakan dengan jujur siapa pria yang menghamili mu!" dengan penuh ketegasan, Deren bertanya pada Naina membuat mata Naina berkaca-kaca karena menahan tangis. Naina menahan tangis bukan karena rasa sakit yang ia rasakan saat Deren menyakiti dirinya, tapi Naina menangis karena Deren tidak mempercayai dirinya. "Aku benar-benar sangat mencintai Uncle. Aku tidak pernah bersentuhan dengan pria manapun karena aku menjaga cintaku yang hanya untuk Uncle. Aku tidak bisa bernafsu untuk pria lain, karena aku hanya bisa bernafsu saat ada di samping Uncle. Jadi aku tidak akan hamil kalau Uncle tidak merasa menyentuhku! "jawab Naina dengan penuh ketegasan, namun tidak membuat Deren percaya pada Naina, membuat Naina semakin kecewa dan semakin deras air matanya karena Deren tidak mempercayai dirinya. "Kau pergi dari rumah tidak hanya satu atau dua hari Naina. Beri tahu Uncle Siapa yang menghamili mu, biar Uncle yang meminta pria itu untuk bertanggung jawab atas kehamilanmu. Kamu tidak bisa meminta Uncle untuk menikah kamu, karena bukan Uncle yang menghamili mu. Pria itu harus bertanggung jawab. "Ujar Deren yang membuat Naina langsung mendekati Deren, dan mencengkram kuat kerah kemeja Deren, lalu berteriak tepat di depan wajah Deren. "Aku bilang, aku tidak hamil! Aku tidak hamil! Sekali lagi aku tegaskan, Aku tidak hamil! Semua itu fitnah! Tolong Uncle percaya sama aku, jangan percaya sama Tante Rika, karena Tante Rika hanya dendam sama aku karena aku berhasil memisahkan Uncle dari Tante Rika." Ujar Naina seperti orang gila, hingga membuat Deren kesulitan untuk melepaskan tangan Naina dari kerah kemejanya, dan mau tidak mau Deren langsung menggendong tubuh Naina seperti anak kecil, lalu melempar tubuh Naina ke dalam mobil. "Rika, Terima kasih karena kamu sudah mau memberitahuku tentang Kabar penting ini. Tapi sekalipun kamu membantuku untuk memberikan Kabar penting ini, aku tidak akan mudah percaya begitu saja, sebelum aku mendapatkan buktinya. "Ujar Deren sebelum masuk ke dalam mobilnya, membuat Rika mendesah kasar karena ternyata Deren hanya mengucapkan kata terima kasih saja, tidak mengajak dirinya balikan, Padahal niat mereka memfitnah Naina itu karena Rika ingin balikan dengan Deren. Yah, Naina memang tidak hamil, dan kabar tentang kehamilan Naina itu adalah fitnah dari Rika, Rika sengaja menyebarluaskan berita yang tidak benar kalau Naina saat ini hamil, demi membuat Deren kembali pada dirinya. Meski Deren tidak mengajak Rika untuk balikan, tapi Rika cukup merasa senang, karena setidaknya ia tidak sia-sia memfitnah Naina hamil, karena Deren langsung percaya terhadap dirinya, bahkan langsung bersikap kasar pada Naina karena kecewa terhadap Naina. Wajar saja Deren kecewa pada Naina, karena selama ini Deren menjaga Naina dengan begitu baik mencoba untuk menjadikan Naina sebagai wanita yang terhormat, wanita yang baik, tapi ternyata Naina malah dikabarkan hamil saat Naina kabur dari rumah, dan itu sangat membuat Deren murka. Rika tidak sabar menunggu kabar tentang Deren yang mengusir Naina dari rumah, bahkan membuang Naina dari kehidupannya, dan dirinya kembali ke sisi Deren lalu menjadi Nyonya Deren seperti impiannya. Itulah yang saat ini menjadi bayangan Rika setelah ia berhasil menyebarkan rumor tentang kehamilan Naina. Dengan senyum mengembang, Rika memutuskan untuk pulang dan menunggu kabar selanjutnya, yaitu kabar di mana dirinya akan diajak Deren untuk balikan, bahkan bisa jadi diajak untuk melanjutkan pernikahan yang sempat batal, atau setidaknya mendengar kabar Kalau Naina sudah Depak dari rumah Deren. Membayangkan itu semua, Rika benar-benar tersenyum puas, dan benar-benar tidak sabar menunggu kabar tersebut. Sesampainya Naina dan juga Deren di rumah, langsung terjadilah pertengkaran hebat, bahkan perdebatan yang begitu sangat memanas membuat suasana rumah tenang itu seketika mencekam, di mana Deren kali ini benar-benar sangat murka terhadap Naina, tidak menyangka kalau Naina akan menjadi wanita yang tidak memiliki harga diri setelah dirinya menjunjung tinggi soal harga diri untuk Naina selama ia merawat Naina. Deren terus memarahi Naina, begitu juga dengan Naina, yang terus berusaha juga untuk membela diri, karena Naina tidak rela ia dituduh melakukan hal yang tidak ia lakukan selama hidupnya. "Aku selama ini merawat mu dengan baik, menjagamu dengan baik, mendidik mu dengan baik agar menjadi wanita yang terhormat. Ini balasan kamu terhadap Uncle? Kamu benar-benar mencoreng nama baik Uncle. Keterlaluan kamu Naina! "teriak Deren tepat di depan wajah Naina, membuat Naina semakin menangis, dan semakin terbakar emosi. "Selama ini Uncle merawatku dengan baik dan berusaha untuk menjadikan aku sebagai wanita yang baik, harusnya Uncle Juga tahu seperti apa aku orangnya, sudah hafal Seperti apa tipe kelakuanku selama ini, karena Uncle merawatku tidak hanya satu atau dua bulan saja, dan Uncle sudah mengakuinya kalau Uncle berusaha merawatku dengan baik, dan Uncle tidak gagal dalam merawatku. Tapi kenapa Uncle masih tidak percaya denganku?" tanya Naina dengan nada yang tak kalah kerasnya dari Deren, karena Naina memang bukan tipe orang yang lemah menerima begitu saja saat ada orang yang memfitnahnya. "Naina, banyak orang yang membenarkan apa yang dikatakan oleh Rika, dan mereka tidak mungkin membenarkan perkataan Rika kalau tanpa bukti, "kata Deren "Apa Uncle melihat bukti itu? Tidak kan? Uncle tidak melihat bukti itu secara nyata, Kenapa Uncle ikut percaya seperti mereka yang bodoh mau dibodohi oleh Tante Rika. "Kata Naina yang semakin membuat Deren marah. "Kamu tidak boleh menjelekkan orang lain demi menutupi kelakuan buruk mu! " bentak Deren "Kenapa? Apa Uncle tidak terima aku berkata kasar mengenai Tante Rika, sementara Tante Rika memfitnah aku, Uncle langsing percaya begitu saja tanpa bukti. Kenapa Uncle tidak berlaku adil, mencari bukti terlebih dahulu sebelum mempercayai rumor itu!" Naina kembali berteriak di depan wajah Deren, karena Naina benar-benar emosi saat Deren lebih memilih percaya dengan perkataan orang lain dibandingkan dirinya. "Terus saja kamu membela diri, nanti setelah perutmu besar, baru kamu mengakui kesalahan mu," kata Deren "Sudah kubilang, aku tidak hamil!" teriak Naina lagi "Naina, untuk saat ini mungkin kamu masih bisa untuk menyembunyikan kehamilanmu, tapi yang namanya orang hamil, semakin hari itu semakin besar perutnya, dan tentunya kamu juga akan sia-sia saja menyembunyikan kehamilanmu, karena semua orang nantinya pasti akan tahu kalau kamu hamil. jadi kamu akui saja kelakuan buruk mu, biar Uncle tidak semakin marah sama kamu. "Ujar Deren lagi, dan itu semakin membuat Naina kehilangan rasa kesabarannya, saat ia terus berusaha untuk meyakinkan Deren kalau dirinya tidak hamil tapi Deren tetap tidak mempercayai dirinya. "Aku harus apa biar Uncle percaya kalau aku tidak hamil? "tanya Naina dengan nada yang mulai terdengar pelan, tanda kalau dirinya benar-benar sudah sangat lelah dan juga kecewa pada Deren karena Deren tidak mempercayai dirinya. "Cukup akui kesalahanmu, maka Uncle akan membantumu untuk mencari pria itu untuk bertanggung jawab atas kehamilanmu. "Jawab Deren dengan penuh ketegasan, yang membuat Naina menggelengkan kepalanya pelan, ternyata Deren masih tidak mempercayai dirinya. "Kalau Uncle tidak percaya sama aku, Uncle bisa membuktikannya sendiri dengan cara menyentuhku. Setelah Uncle merasakan Seperti apa rasanya bercinta denganku, Uncle bisa membedakan apakah aku masih perawan atau tidak, Dan kalau memang aku sudah tidak perawan, itu artinya tuduhan Tante Rika benar kalau aku hamil. Tapi kalau Uncle merasa aku masih perawan, Uncle harus percaya sama aku, kalau aku tidak hamil." Ujar Naina menantang Deren, membuat Deren langsung Menyipitkan matanya, tidak percaya dengan tantangan yang diajukan oleh Naina. "Pembuktian macam apa itu? Tantangan macam Apa itu Naina? Ke mana harga dirimu sampai kamu memberi tantangan itu pada Uncle? Kamu sadar, Uncle ini orang yang merawat mu? "berbagai macam pertanyaan Deren lontarkan karena Deren tidak percaya dengan tantangan yang diajukan oleh Naina. "Aku hanya ingin Uncle percaya sama aku dan satu-satunya cara itu dengan cara Uncle merasakan sendiri apakah aku masih perawan atau tidak. Ayo Uncle, Uncle Rasakan Sendiri apakah aku masih perawan atau tidak. "Ujar Naina yang langsung menarik kerah kemeja Deren, dan melumat bibir Deren dengan begitu rakusnya dan tentunya dengan penuh emosi, dapat Deren rasakan kalau Naina saat ini sedang dikuasai oleh emosi, tapi Deren tetap menikmati permainan bibir Naina, hingga tangan Deren mulai meraba lekuk tubuh Naina yang selalu berhasil membangkitkan gairahnya, meski ia selalu menahan gairah yang terpancing karena tubuh Naina, tapi untuk kali ini merasa kalah dari Naina, karena permainan bibir Naina kali ini benar-benar sangat beringas. Deren menjatuhkan tubuh Naina ke ranjang tanpa melepaskan tautan bibirnya, bahkan tanpa Deren sadari, tangan Deren bergerak untuk merobek dress ketat Naina, hingga hanya sekali tarikan saja Deren berhasil meloloskan dress ketat itu dari tubuh Naina dan hanya menyisakan pakaian dalam Naina saja. Tidak dipungkiri Deren benar-benar sangat tergila-gila akan tumbuh lembut Naina, bahkan tidak hanya tubuh lembut Naina yang berhasil membuat gairahnya semakin membuncah, tapi kemulusan tubuh Naina Yang tanpa cela semakin membuat Deren gila, ditambah lagi selama ini Ia memang bersusah payah menahan hasratnya saat digoda oleh Naina, atau pada saat Naina bersikap liar terhadap dirinya. Dan sekarang, tubuh polos Naina yang selalu berada di otaknya, mengganggu pikirannya, sekarang tersaji di depan matanya secara nyata, bukan hanya sebatas bayangan saja. Tangan Deren mulai bergerak nakal di bagian tengah-tengah s**********n Naina, hingga membuat tubuh Naina semakin menggelinjang hebat karena mendapatkan sentuhan yang tidak biasa dari Deren, dan ini memang yang pertama kalinya Naina mendapatkan sentuhan yang memabukkan selama hidupnya. Naina juga tidak mau kalah dari Deren. Tangan Naina mulai bergerak untuk melepaskan kemeja Deren, bahkan setelah Naina berhasil melepaskan semua kancing kemeja Deren, Naina tidak berhenti. Tangan Naina tetap bergerak ke bawah meraba perut Kotak Deren yang selama ini menjadi bayangannya, lalu melepaskan ikat pinggang Deren, hingga membuat Deren semakin tidak sadar saat tangan Naina memberi sentuhan-sentuhan lembut pada tubuhnya. Karena Deren sudah tidak kuasa menahan hasratnya, dan kali ini Deren benar-benar gagal menahan diri agar tidak menyentuh Naina, ditambah lagi Deren juga mendapat tantangan yang tidak biasa dari Naina, bahkan tantangan kali ini dibumbui oleh emosi, amarah karena kabar tentang kehamilan Naina, akhirnya Deren lepas kendali. "Buka kedua paham mu kalau kamu memang ingin melakukan secara sadar dan tidak akan menyesalinya setelah ini! "titah Deren meminta Naina sendiri yang membuka kedua pahanya, yang dengan cepat Naina langsung membuka kedua pahanya, mengikuti perintah dari Deren, membuat Deren semakin tidak bisa mengendalikan dirinya. Dengan segera dan tidak bisa bersabar lagi Deren langsung membuka sisa pakaian bawahnya, dan menyentuh naga besarnya untuk diarahkan pada V Naina. "Jangan menyesal. " Ujar Deren yang setelah itu Deren langsung mendorong naga besarnya untuk masuk. "Uncle.... Sakit....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD