Bab 74

1547 Words

Setelah beberapa kali mendapat penolakan, Risa masuk ke dalam rumah makan untuk mengisi perut. Dia memesan bakso urat dan es teh manis, juga lontong daun pisang yang ditumpuk di setiap meja. Kuah panas yang berminyak melawan es teh manis dingin rupanya cukup membuat lidahnya merasakan nikmat, sampai-sampai semangkuk bakso dan lontong Risa habiskan dalam waktu yang singkat. Ketika perempuan berambut sebahu itu sedang menghabiskan es teh manis, tak sengaja dia mendengar obrolan seseorang di belakangnya. "Aku masih harus kerja di situ sebelum dapet karyawan baru," tukas gadis berperawakan kurus itu. "Lagian kenapa kamu pindah, sih? Padahal kerja di situ kan enak. Bosnya baik pula." Perempuan di depannya menyayangkan. "Ya gimana lagi? Aku pindah kost yang lebih deket sama kampus, jadi ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD