Part 82

1470 Words

POV Rasya Aku semakin cemas saja. Disaat seperti ini, entah kenapa aku jadi takut bahwa yang diduga Puspita adalah benar. "Ayo! Ayo ke sana!" kata yang laki-laki, mengajakku berjalan ke rumah tak jauh dari rumah ini berpenerang minim. Rumah itu dalam keadaan digembok. Dua orang di sampingku saling menatap, membuatku jadi semakin berpikir yang tidak-tidak. "Si Nirmala mungkin di rumah adiknya," ucap si perempuan, memandangku berlama-lama. "Terima kasih. Sudah diantarkan ke sini." Aku mencoba tersenyum walau dalam hati cemas. "Kamu harus temukan istrimu. Takutnya, takutnya lhoo, si Nirmala benar-benar bersekutu dengan iblis. Aku takut istrimu kenapa-napa." Ucapan si ibu yang penuh tekanan membuatku semakin panik saja. Aku mengangguk kecil, tanpa membuang waktu segera pamit pada merek

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD