“Mas Darren bilang apa sih?” Clarissa mencoba menyangkal perkataan suaminya. “Clarissa beneran merasa gerah, mas.” lanjutnya Clarissa mencoba melepas pelukan Darren namun laki-laki itu justru semakin mengeratkan pelukannya. Dalam hati Clarissa tersenyum karena rencananya berhasil. Mudah sekali memancing suaminya. “Mas, Clarissa belum selesai menghangatkan makanannya. Kalau Mas Darren seperti ini yang ada nggak selesai-selesai.” “Kamu ngaku dulu kalau sengaja memancing saya kan!?” “Enggak. Mancing apa sih?” Darren memutar tubuh Clarissa membuat wanita itu menatap ke arahnya. Ia bepura-pura tidak mengetahui apa-apa dengan cara menunjukkan wajah polos. “Kenapa, mas?” Darren menelisik penampilan istrinya dari atas sampai bawah. Bahkan ia berulang kali menelan ludahnya secara kasar

