Beberapa hari kemudian. “Wajahnya kok cemberut gitu sih?” ujar Darren sembari menahan tawa “Gimana nggak cemberut kalau tiba-tiba mau ditinggal pergi ke Luar Kota. Harusnya Mas Darren bilang dari jauh-jauh hari.” “Maaf, sayang. Pekerjaan ini juga mendadak, bahkan mas baru tahu dari Fandi.” Clarissa terdiam. Rasanya tidak ikhlas jika Darren melakukan perjalanan ke Luar Kota, apalagi ia sedang hamil besar. Harusnya Darren sudah mengambil cuti, tapi karena ada project besar laki-laki itu menunda untuk libur. “Udah, nggak usah sedih gitu, ah! Lagipula hanya dua hari, sayang.” “Dua hari itu lama, mas.” “Emangnya Mas Darren mau lama-lama berjauhan dengan Clarissa?” Darren menggelengkan kepalanya. Tidak ada seorang suami yang mau berjauhan dengan istrinya. Jika bukan karena urusan p

