Keesokan harinya. “Selamat pagi, sayang!” sapa Darren sembari memeluk istrinya dari belakang Clarissa tersenyum. “Selamat pagi, mas!” Cup Darren mencium pipi Clarissa sekilas lalu menumpukan dagunya di bahu sang istri dengan mesra. Ia memeluknya erat untuk mencari kehangatan karena pagi ini udaranya cukup dingin. Darren baru saja melaksanakan Sholat subuh. Untung saja mereka tidak kesiangan meskipun tadi malam tidurnya hanya beberapa jam. Dengan sengaja Clarissa bangun lebih awal dari biasanya karena ia harus memasak lebih banyak pagi ini. Ada tamu yang harus diperlakukan dengan baik. “Kamu nggak dingin, hm?” tanya Darren “Sedikit!” “Mas dingin banget, sayang.” “Yaudah, lanjut tidur sana! Nanti Clarissa bangunin kalau sudah selesai memasak.” “Nggak mau. Mas mau bantuin kamu

