JPU 37

1530 Words

Keesokan harinya “Enghh..” Clarissa merenggangkan ototnya yang terasa kaku. Clarissa merasa tulang-tulangnya serasa ingin patah. Tubuhnya sakit-sakit karena semalaman menikmati malam panjang bersama sang suami. Mengingat kejadian semalam membuat perutnya serasa menggelitik, seolah ada ribuan kupu-kupu berterbangan di atas perutnya. Cup “Eh,” Clarissa terkejut tiba-tiba merasakan ciuman di pipinya. Ia menoleh ke samping dan langsung disambut senyuman manis dari sang suami. “Selamat pagi, istriku!” Blush Seketika pipi Clarissa bersemu merah. Tidak biasanya Darren bersikap seperti itu. “Kok nggak dijawab!?” ujar Darren “Pagi!” “Gitu doang? Yang romantis, sayang.” “Apasih? Nggak usah minta aneh-aneh. Jangan pikir Clarissa udah maafin mas begitu saja karena kejadian semalam. C

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD