Darren terdiam membisu mendengar pertanyaan istrinya. Jika ia menjawab istrinya pasti kecewa, dan jika ia dewa Clarissa pasti berasumsi sendiri. “Diam’nya Mas Darren, Clarissa anggap benar.” jawabnya “Kamu sudah mengetahui, nak?” tanya Brama “Clarissa akan kemasi barang-barang Clarissa sekarang.” bukannya menjawab pertanyaan sang Ayah, Clarissa justru mengambil keputusan. “Enggak, sayang.” “Mas tidak mengizinkan kamu keluar dari rumah ini, walaupun hanya selangkah.” BUGH “Aarrgghh..” “AYAH!” teriak Clarissa Clarissa terkejut melihat Ayahnya memukul Darren. Kejadiannya begitu cepat membuat ia tidak bisa menolong suaminya. Ketika ingin mendekat ke arah Darren dengan cepat Brama menarik lengan putrinya. “Biarkan saja!” “Ayah, tapi…” “Dia tidak berhak mengatur karena dia t

