“Saya Marissa,” katanya, sedikit mengangkat dagu, “tunangan Jeff Kusuma.” Ada penekanan halus pada kata tunangan. Callara tidak terlihat terkejut, ia hanya mengangguk kecil, seolah informasi itu hanyalah formalitas yang lewat. “Senang bertemu dengan Anda,” ujar Callara profesional. Marissa menyilangkan tangannya di depan tubuhnya, sikap seorang perempuan yang merasa sedang menjaga wilayah. “Maaf tadi,” katanya, nada suaranya manis tapi kaku, “sudah mengganggu meeting yang sedang berlangsung.” “Tidak apa-apa,” jawab Callara tenang, “kami memang sudah selesai.” Tatapan Marissa mengeras. “Oh?” katanya pelan. Callara tersenyum. “Diskusi yang efektif memang tidak perlu lama, kalau … sudah cocok.” Marissa menahan napas sesaat, lalu tersenyum kembali. “Anda … bekerja langsung dengan Kavin

