Thevy menatap pantulan wajahnya di cermin. Saat ini dirinya tampak begitu layu dan berantakan. Meskipun Thevy sudah mencoba menutupi kekacauan pada wajahnya dengan make up, tapi, ia tidak bisa menutupi ekspresi sedihnya begitu saja. Thevy menghela napas dalam lalu mengembuskannya perlahan. Perasaannya masih terasa begitu berat. Dirinya pun merasa sangat letih meskipun belakangan yang ia lakukan hanya menunggui ibunya di rumah sakit. Semua hal yang sedang terjadi sangat membuat Thevy kewalahan. Berulang kali Thevy menahan diri untuk tidak menangis. Thevy tidak ingin terlihat lemah di depan keluarganya. Apalagi saat ini ibunya sedang sakit. Thevy ingin semua keluarganya fokus pada kesehatan ibunya, bukan pada masalah yang sedang menimpa Thevy. Dan menahan tangisan di saat sedang ingin men