Seusai makan malam Bulan pamit ke kamar untuk segera tidur. Entah kenapa ia begitu mengantuk selama berada dirumah. Kamarnya yang tertata rapi sebentar lagi bukan lagi menjadi milik Bulan. Tentu kamar ini hanya bisa menjadi saksi bisu semenjak Bulan masih kecil. Jika Bulan masih bisa tinggal di kamar ini tentu akan ada orang lain yang ikut tinggal di kamar ini. Ia tidak akan sendiri. Tok ... Tok ... Tok ... "Bulan ... Kamu sudah tidur, Sayang?" panggil Umi Sofi dari arah lua kamar Bulan. "Belum Umi ... Masuk aja," jawab Bulan tang sudah mengganti pakaiannya dengan long dres batik pemebrian Umi Sofi saat berlibur ke Yogyakarta. Ceklek ... Pintu kamar itu terbuka dan Umi Sofi membuak lebar dau pintu hingga kedua matanya bisa menatap sleuruh isi kamar yang tetap saja sama saat Umi Sofi

