Hari wisuda itu datang dengan langit cerah, seolah ikut merayakan perjalanan panjang yang akhirnya sampai di garis akhir. Aksara dan Aruna berdiri berdampingan di antara ratusan mahasiswa lain, mengenakan toga hitam dengan selempang kehormatan yang terpasang rapi. Senyum mereka tak henti mengembang bukan senyum yang dibuat- buat, melainkan senyum dua orang yang tahu betul betapa berliku jalan yang sudah mereka lewati. Ketika nama Aruna dipanggil, tepuk tangan terdengar lebih hangat dari biasanya. Beberapa sahabat dekatnya bersorak kecil, mata mereka berbinar bangga. Aksara menatap Aruna dari tempatnya berdiri, dadanya penuh oleh rasa syukur. Perempuan yang dulu sempat ragu, kini melangkah dengan kepala tegak. Usai prosesi, mereka berkumpul sederhana bersama teman -teman terdekat. Tidak

