Bulan masuk ke dalam Apartemen yang sudah dibeli jauh sebelum Ikhsan menikah dengan Bulan. Ikhsan memang sudah mempersiapkan semuanya dengan baik. Ikhsan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk istrinya. Kewajibannya sebagai suami harus dijalankan. Mulai dari menafkahi sitrinya, mencukupkan kebutuhan istrinya dan selalu membuat istrinya tersenyum dan bahagia. Ini adalah kunci sukses dan mengalirnya rejeki sang suami. Dengan senyum dan rasa bahagia, ada doa tulus yang terucap dari dalam hati sang istri. Ikhsan adalan santri dan kini ia sudah di kenal sebagai Ustadz. "Ini kamarnya?" tanya Bulan menatap seluruh ruangan Apartemen yang memang tidak terlalu besar tapi memiliki fasilitas yang moderen sekali. "Iya ini kamarnya," jawab Ikhsan pada sitrinya. Ikhsan menggeret dua koper besar da

