c.32

520 Words

Bulan menatap Ikhsan dari samping dan hembusan napas Ikhsan begitu terasa di kulit pipinya. Begitu hangat dan harum dengan aroma kopi dan mint yang menyatu. "Jadi gimana? Mau di bantu gedein gak?" tanya Ikhsan berbisik denagn suara menggoda. Bulan telah berhasil menggoda Ikhsan hingga menghentikan aktivita sbekerjanya dan kini Bulan harus menerima godaan Ikhsan yang terselubung itu. Tidaka memaksa hanya saja menuntut sedikit saja. "Gimana? Kok mikirnya lama banget?" tanya Ikhsan pada Bulan. "Sakit gak sih?" tanya Bulan polos. "Kayaknya sih gak sakit. Malah nagih mungkin," ucap Ikhsan sedikit terkekeh. "Serius By," ucap Bulan mulai manja. "Serius sayang. Gak sakit kok. Nnati Biby lakukan dengan sangatlembut dan sangata hati -hati sekali," ucap Ikhsan pada Bulan. "Memang pakai alat a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD