Rumah Baru Untuk Syafira

2309 Words

“Pagi, Sayang…” sebuah pesan singkat yang membuatku menelan ludah dan menahan nafas. Biasanya ketka pesan singkat dari nama yang tertera, aku langsung membukanya tanpa menunggu. Tapi, kali ini aku masih ragu untuk sekdar membuka pesan singkat dari pria yang katanya mencintaiku. “Yank, kamu lagi masak? Ehh! Tapi jam segini kamu biasanya udah selesai bukan?” Pesan itu kembali muncul di layar ponsel, dan aku hanya bisa memejamkan mata. Tanpa terasa bulir bening membasahi pipiku. Aku masih menimbang apakah aku harus membalas dengan segear, tapi bagaimana dengan ancaman Vannessa semalam? Aku kembail ragu. “Yank, kamu sakit? Mas kesana, ya? Lagian udah beberapa hari sejak mas di panggil rapat kemarin kita belum ketemu. Mas kangen…” dan kalimat itu yang langsung membuatku membuka pesan singkat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD