"Lo kenapa?" "Ha? ... Maksudnya?" Ara yang masih menghalu-pilu tak menyangka akan ditanya oleh Samudra. Pipinya yang sudah memerah sejak terpesona pada Samudra, semakin memerah. "Lo kenapa? Sakit? Merah banget itu mukanya!" Samudra yang tak peka akan blushing dan sebangsanya meletakkan tangannya di kening Ara, khawatir Ara demam atau kenapa. Ara nyaris terhuyung mendapat serangan yang menyebabkan ke-baperan yang bertubi-tubi itu. Bahkan sekarang Samudra malah beralih menggenggam sebelah tangan Ara yang berada diatas pangkuannya. "Ara!" panggil Samudra lagi, dia benar-benar khawatir saat ini, karena Ara tak kunjung menjawab. Ara seperti baru ditarik dari alam bawah sadarnya. Menatap tangannya yang digenggam Samudra kemudian beralih ke wajah Samudra yang sekarang tampak khawatir. Ara

