Bab 33. Jangan Di sini!

1382 Words

Bab 33. Jangan Di sini! “Vania.” Suara itu memanggilnya sekali lagi. Tidak keras, akan tetapi cukup memperjelas dan mempertegas si pemilik nama. Seolah nama itu memang pantas dan tepat ditujukan pada gadis itu. Elara membeku. Angin laut menyapu rambutnya, membawa bau asin, amis, dan dinginnya udara yang menempel di kulit. Gudang di belakang Jonathan berdiri seperti bayangan besar, gelap dan tak bersuara. Lampu luar pun berkedip lemah. Ia menoleh perlahan. Jonathan berdiri beberapa langkah darinya. Jasnya masih rapi, kacamata bertengger tenang di hidung. Tidak ada ekspresi terkejut karena ketahuan. Tidak ada senyum basa-basi. Hanya tatapan lurus yang membuat perut Elara terasa kosong. “Maaf,” Jonathan berkata datar. “Sepertinya aku salah memanggil.” Elara menelan ludah. “Anda meman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD