Sudah berbulan-bulan Raka menyebar orang-orangnya untuk mencari tahu keberadaan keluarganya, tapi tak juga membuahkan hasil. Ia yakin sekali ayahnya yang menyembunyikan mereka tapi orang-orang ayahnya terlalu sulit untuk ia tembus. Beberapa kali ia berusaha mendekati ibunya mencari tahu, tapi ibunya sama sekali tak punya informasi. Ayahnya terlalu rapi jika mengerjakan sesuatu. Andre yang prihatin dengan kondisi kakaknya, pun sudah berusaha membantu, tapi ayah mereka benar-benar keras. “Bang,” Andre duduk di depan kakaknya yang sibuk memeriksa berkas dan mencocokannya dengan data di komputernya. “Hmmm.” “Maaf ya, aku belum berhasil minta Papi kasih tahu. Tapi nanti aku coba lagi.” Raka menghela napas berat. Ia melepas kacamatanya dan menyandarkan punggungnya di kursi. “Biarlah. Aku

