Bab 44 True Revenge

1817 Words

Sam masih mengikuti Damian hingga ke rumahnya. Damian menyuruh Sam beristirahat di kamarnya, tapi Sam tetap berdiri diam. "Kau kenapa? Mengapa kau diam saja, Sammy?" Tanya Damian sambil menyipitkan matanya. "Baru pertama kali aku menentang bibik seperti itu. Bibik pasti sangat kecewa padaku. Aku...ingin pulang saja...." Sam menunduk dan matanya mulai panas. Tidak lama kemudian, air matanya mulai menetes. Damian terdiam menatap Sam, lalu Damian menangkup kedua lengan Sam. "Aku tidak akan mengijinkan kau pulang. Aku tidak ingin Constantine melukai bayi yang kaukandung." Sam masih menangis sesenggukan. "Bibik tidak mungkin melakukannya. Bibik sangat menyayangiku. Dia hanya menggertak." Damian menegakkan tubuhnya dan melepaskan tangannya dari Sam. "Constantine memang menyayangimu, tapi di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD