Bab 106

2084 Words

"A-apa?" Radhika menangis pilu. Radhika kini benar-benar menyadari semua kebodohannya yang mengorbankan keluarganya sendiri hanya karena sebuah rasa takut. Andai saja waktu itu Radhika lebih berani menghadapi dan tidak memperdulikan semua omongan keluarga Leticya mungkin sekarang Anggita dan anaknya berada disisinya dan Radhika hidup bahagia dengan keluarga kecilnya. Namun penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu sudah tidak bisa diulang kembali. Semua yang sudah terjadi pun tidak bisa berubah kembali. Belinda yang mendengar ucapan Radhika membeku. Hatinya berdenyut ngilu membayangkan semua yang Anggita alami dan apa yang dirasakan Radhika kini. Orang tua mana yang tidak akan merasakan sakit ketika anaknya kesakitan dan kini itu yang dirasakan Belinda. Belinda merasakan sakit sama sepert

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD