Part 150

1646 Words

“Bagaimana aku bisa hidup jika duniaku saja sudah hancur ketika tidak ada satu pun orang di dunia ini yang mempercayaiku.” **** Setibanya Marcelle di Berlin, dia tidak menemukan Jesika di Apartemen miliknya, Mansion keluarganya atau pun kediaman saudaranya. Semua orang sudah Marcelle hubungi tapi tidak ada satu pun manusia yang tahu keberadaannya, bahkan keluarga Jesika saja mengatakan pada Marcelle untuk tidak mencari perempuan yang sudah memberikan luka besar bagi kehidupannya. Tapi, entah kenapa Marcelle merasa semua ada yang salah. Seperti apa yang dia lakukan pada Jesika semua tidak benar. “Kamu sudah di rumah? Aku menunggu kam—“ Plakkkkk Tamparan kasar dari Marcelle menghentikan perkataan Jesika yang baru saja memasuki rumah milik suaminya—Marcelle. Mata yang dipenuhi amarah me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD