Saka POV. "Terima kasih udah mau nikah sama aku?" Malam ini adalah malam pertamaku dengan Sekar. Perempuan yang sangat aku cintai dan pernah aku sakiti dengan begitu jahatnya. Dia yang memang malam ini terlihat begitu cantik. Tersenyum padaku. "Apa kamu ikhlas terima aku?" tanyaku lagi. Aku masih belum yakin dia benar benar tulus menerima aku, mengingat begitu jahatnya aku padanya dulu. "Iya," jawabnya. Namun kedua mata indah itu tertunduk seolah tidak berani memperlihatkan sorot kebenarannya. Ku angkat dagunya lalu ku kecup lembut bibir manis itu. Dia terpejam untuk beberapa saat, dengan kedua mata menatapku kaget. "Apa aku enggak boleh cium kamu?" "Boleh," jawabnya. Aku tersenyum dan ku raih tubuh nya ke dalam dekapan. "Aku tahu kamu masih sangat mencintai suami kamu. Jadi aku en