[Evra's Pov] "Mas kenapa?" sentuhan Ai pada lengan menyentakku dari lamunan. "Ai belum tidur?" "Belum. Mas nggak enak badan?" Aku menggeleng. Entah Ai bisa melihatnya atau tidak karena kamar yang gelap. Aku kemudian merengkuh istriku itu ke dalam pelukan. Perasaanku memang tidak terlalu nyaman sejak tadi. Aku tidak tahu kenapa. Kurasakan tangan Ai melingkar di pinggangku. "Ai.." "Hmm.." "Mas boleh cerita sama Ai?" "Boleh dong, Mas. Masa nggak boleh. Sini cerita sama Ai.." Aku mengusap rambut Ai. Sebenarnya pernah terbesit di dalam kepala untuk menyimpan ini sendiri. Bukan apa-apa, tapi aku merasa Ai tak perlu tahu. Tapi setelah dipikir-pikir lagi, aku justru merasa Ai perlu tahu. Aku tak ingin ini menjadi masalah di kemudian hari nanti. "Ai ingat nggak cewek yang waktu

