72

1311 Words

Sore itu, langit Jakarta mulai berwarna jingga keemasan. Kantor perlahan sepi, satu per satu karyawan membereskan meja dan berpamitan pulang. Suara tawa samar dan langkah sepatu yang menjauh menjadi latar saat Kinan masih duduk di depan komputernya. Ponselnya bergetar pelan, pesan dari Bagas. "Tunggu aku ya, jangan pulang dulu. Aku masih harus selesaikan laporan investor luar negeri. Nanti kita pulang bareng." Kinan tersenyum kecil. Ia menatap layar monitor sebentar, lalu merapikan pekerjaannya. Kantor sudah mulai kosong. Hanya suara pendingin ruangan dan ketikan Bagas dari ruangan direktur yang masih terdengar samar dari kejauhan. Sekitar setengah jam kemudian, Bagas membuka pintu ruangannya dan melongok keluar. "Kinan, kamu udah beres kerjanya?" tanyanya lembut. Kinan menoleh sambi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD