47

1029 Words

Dika hanya menatap Kinan, menyimak gadis cantik itu berbicara dengan bibir mungilnya yang berkomat - kamit. Gemas? Tentu iya. Dika begitu gemas melihat Kinan. "Dika? Dika?" panggil Kinan sambil kepada Dika sambil mengibaskan tagan kanannya di depan wajah Dika. "Ekhemm ya ... Maaf Kinan," ucap Dika yang melamun begitu saja. "Kamu melamun ya? Kenapa?" tanya Kinan lembut. Kinan bisa merasakan kegalauan Dika. Setiap orang tentu memiliki masalahnya sendiri. Tidak ada yang bisa membantu menyelesaikan kecuali orang itu sendiri. "Tidak apa - apa, Kinan. Aku akan coba saran kamu," ucap Dika pelan. Dika menarik napas dalam lalu berjalan di antara pepohonan strawberry. Mencoba menikmati keindahan alam yang menyatu dalam tubuhnya. Dika mulai meresapi hawa sejuk yang menusuk kulitnya. Lalu, mulai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD