Martha bisa terbangun dari ranjang kala matahari telah tiada, saat langit telah berubah menjadi gelap, dan dikala senja telah pulang tanpa disaksikan olehnya. Sejenak dirinya terpengkur, melalui alunan nada yang dia setel diponselnya. Martha membawa buku dan bolpoin lalu membuka lembaran baru, dia menulis di sebuah kertas awal yang masih putih belum tercoret apapun. Atap Cakrwala 19.00 "Pernahkah semua orang berada dalam keadaan yang sama sekali sulit untuk mengambil sebuah jalan untuk mempertahankan hidupnya. Kini, Martha ingin mempertanyakan hukum yang tak berlaku bagi orang yang tidak bisa memilih atas takdir yang diberikan Tuhan, lalu apakah menjadi jahat itu merupakan salah satunya. Entahlah… Malam itu telah kusaksikan semua. Tentang sikapnya, tentang alasannya. D

