Beberapa saat kemudian mereka turun ke restoran hotel untuk sarapan. Rena menjadi sangat pendiam pagi itu, dia menggerai rambutnya guna menutupi tanda merah maha karya sang suami. Andra sengaja duduk di depan Rena, menikmati sarapannya sambil terus melihat tanda merah di leher Rena. Andra yang membuat tanda merah itu sehingga walau Rena menutupinya dengan rambut, Andra tau harus melihat ke mana untuk melihat tanda merah tersebut. “Bro!!! Gue mau anter keluarga Rena dulu, lo pulang berdua bareng Rena ya!” Ricko menepuk pundak Andra cukup kencang membuat pria itu terhenyak. “Sialan lu, Ko!” umpat Andra sambil melototkan matanya. “Lagian lo lagi, sarapan tapi mata terus melototin istri lo! Emang tadi malam enggak cukup?” goda pria itu di depan seluruh keluarga Andra dan Rena. Rena dan A