Eshita: [Kak, hari ini kita nggak bisa ketemu. Saya ada janji jalan sama Hilda. Kami mau refreshing sebelum ujian.] Tepat setelah pesan itu terkirim, Eshita mengunci ponselnya lalu memasukkannya ke dalam tote bag. Sebelum meninggalkan rumah, dia sempat mematut diri di depan cermin. Setelah merasa penampilannya cukup rapi, Eshita pun beranjak pergi. Hilda sudah menunggu di depan gang. Begitu Eshita keluar, sopir Hilda segera turun dan membukakan pintu mobil. Merasa sungkan menerima perlakuan yang sama seperti majikannya, Eshita hanya mengangguk kecil sebagai bentuk sopan santun. “Makasih banyak, Pak.” “Sama-sama, Non.” Dia duduk di sebelah Hilda. Begitu sabuk pengaman terpasang, sebuah bando berwarna pink tiba-tiba disodorkan tepat ke hadapannya. “Pakai, ya. Biar couple-an sama gue,”

