Hampir dua jam Clara terkurung. Ia tidak tahu apa saja yang terjadi di luar. Ia memandang pilu ponselnya yang sudah hancur di atas lantai, lalu memeluknya dengan sangat erat. "Aku harus apa? Bagaimana caranya aku bisa keluar?" gumam gadis berusia dua puluh lima tahun itu. Perlahan, ia mendengar suara ribut di luar. Suara itu terdengar semakin keras hingga akhirnya Clara yakin jika ada beberapa orang yang sedang menuju ke tempatnya berada. Dengan penuh semangat, Clara pun bangkit. Ia menggedor-gedor pintu sambil berteriak meminta tolong, berharap seseorang dapat menemukannya. "Clara! Itu suara Clara!" Clara tersenyum lebar saat mendengar suara yang sangat ia kenali itu. "Mbak Mes, aku di sini! Di gudang! Tolong aku, Mbak!" Clara kembali berteriak. Tak lama kemudian, terdengar langkah

