“Kenapa nggak jujur hah?” Bentak Miko tepat di depan wajah Irna setelah mereka sudah berada di dalam kamar. Irna tersentak, lalu mundur beberapa langkah dan menatap Miko tidak percaya. Dia sudah terlanjur ketakutan dan sakit hati di bentak Miko seperti itu. “Jawab!” Bentak pria itu lagi. Irna memilih membungkam bibirnya dan menatap Miko sendu dalam diam. “Ah! Sekarang aku tau. Kamu mengarang cerita tentang dia yang punya obsesi padamu, demi membuatku tidak curiga kalau kalian memiliki hubungan di belakangku. Betul kan aku?” Miko terbahak. Rasa kecewanya setelah di bohongi seperti itu membuatnya hampir gila. “Aku nggak berbohong! Dia memang terobsesi denganku.” Sangkal Irna pada akhirnya. “Lalu kenapa kamu berbohong dan tidak jujur jika malam itu ada dia yang melakukan tindakan amoral d