Lima Puluh Enam

1123 Words

Sabtu (15.37), 05 Februari 2022 ----------------------- Wajah pengawal Senator berkepala botak itu sampai memerah mendengar ucapan Louisa yang blak-blakan mengenai penilaiannya tentang kaum lelaki. Sementara Senator Leighton tampak lebih pandai menyembunyikan isi hatinya meski dia sendiri salah tingkah. Sejenak ia berdehem sebelum berkata, “Kurasa kau tidak bisa menghakimi semua lelaki hanya karena satu lelaki yang kau kenal, Louisa.” Senator Leighton mencoba membela kaumnya. “Eits, siapa yang memberimu izin memanggilku begitu?” Tanpa takut, Louisa menunjuk memperingatkan sang Senator. “Hm, bukankah itu memang namamu?” tanya Senator Leighton ragu sambil melirik ke arah Nesha yang sudah duduk santai di satu-satunya sofa panjang dalam ruang tamu sempit namun rapi itu. Bukankah tadi Nes

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD