BAB SEMBILAN PULUH DUA

2118 Words

Rei menoleh ke belakang sebisanya, “Aku ingin berjalan kaki.” , katanya dengan senyum sumringah di wajahnya. Sora berpikir sebentar, “Waeyo kkapjagi (kenapa tiba – tiba)?” , tanyanya masih enggan untuk turun dari tempat duduknya. “Yah, kau tahu, ini adalah hari terakhir kita bersekolah dalam semester ini. Aku ingin santai saja.” , jelas Rei. Sora tidak tahu Rei bisa sesentimental ini, “Neoui mam daerohae (Terserah kau saja).” , Sora mengalah dan beranjak turun. “Andwae (tidak)! Kau tidak perlu turun. Aku saja yang turun. Aku akan menuntunmu.” Sora masih tidak mengerti apa maunya Rei. Apa tadi ia salah makan? Pikirnya. Akhirnya, Sora tetap berada di tempat duduknya di atas sepeda dan Rei berjalan di depannya sambil berjalan menuntun sepeda. Rei berjalan dengan santai, sehingga Sora

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD