“Apa itu Rei?” , tanya Seowoo yang sejak tadi diam di sana ikut mendengarkan. Yang ditanya menganggukkan kepalanya megniyakan pertanyaan itu, “Ne (ya). Dia sudah menemukan bengkel sepedanya.” “Oh?!” , Seowoo menunjukkan raut wajah sedikit terkejut. “Jadi karena kau di sini Sora?” “Sesuatu terjadi dengan sepedanya.” , jelas Sora , “Ada seseorang yang iseng meletakan paku pada sepedanya. Kau tahu, itu bukanlah ban kempes seperti biasanya. PIlihannya hanya ada dua, diganti dengan yang baru.” Sontak Seowoo mendecih tidak percaya. Beberapa saat yang lalu Sora menunjukkan dirinya tidak suka ditanyai sesuatu secara mendetail. Tetapi saat ini, Sora sendiri yang secara tanpa sadar mengatakannya dengan mulutnya sendiri. “Ada apa?” , tanya Sora bingung. Tentu saja Seowoo memilih untuk tid

