BAB SEMBILAN PULUH

2000 Words

“Rei,” , panggil Sora setelah keduanya sama - sama diam karena tidak ada lagi yang ingin ia bicarakan. “Mwo (apa)?” Sora mengambil jeda sebentar, tidak langsung bicara meskipun gelas kertas sudah berada di depan mulutnya. Dalam hatinya ia ingin berterima kasih pada Rei atas semua yang sudah ia lakukan padanya sekaligus meminta maaf karena telah banyak merepotkan. Tetapi mengatakan hal itu kepada temanmu sendiri rasanya sangat canggung. Rasanya seperti berterima kasih kepada orang tidak dikenal yang hanya berpapasan di jalan. “Apa?” , tanya Rei lagi, mengingatkan Sora untuk menjawab pertanyaan darinya. “Jangan terlambat untuk besok.” , kata Sora, “Aku ingin naik tangga lagi.” Decihan geli keluar dari mulut Rei, “Mwoya (Apaan sih), bukannya kau sendiri yang terlambat? Aku selalu me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD