Bab 21

1359 Words
"Ssstttt... Ahhh... Naya meringis menahan sakit yang luar biasa, karena memang Chris langsung mendorongnya begitu saja mengikuti nafsunya, dan itu karena efek obat perangsang dengan dosis yang sangat tinggi. "Sakit?" tanya Chris tanpa menghentikan hentakannya, dan itu Chris lakukan tanpa kesadaran karena menurut Chris, rasanya sangat nikmat, bukan rasa sakit seperti yang dirasakan oleh Naya. Naya mencoba untuk memperlihatkan senyum termanisnya pada Chris, mencoba untuk menenangkan Chris agar Chris tetap menuntaskan hasratnya tanpa merasa bersalah terhadap dirinya . Naya yakin, sekejam-kejamnya Chris terhadap orang, begitupun juga sekecil-kejamnya keris terhadap dirinya, Naya yakin, dalam lubuk hati Chris yang paling dalam, terselip sifat kebaikan . makanya Naya mencoba untuk menahan rasa sakitnya, agar tidak membuat Chris merasa bersalah karena melihat dirinya kesakitan. "Tidak, Om. Rasanya sangat enak seperti biasanya. Aku suka setiap permainan Om Chris." jawab Naya yang membuat nafsu keris semakin tidak bisa terkendalikan, bahkan dapat Naya rasakan, hentakan yang dilakukan oleh Chris sangat kasar, bahkan saat ia mengucapkan kata enak, kata nikmat, keris semakin tidak bisa mengendalikan dirinya, dan itu membuat Naya harus berusaha menahan untuk tidak merasa sakit, dan mencoba untuk menikmatinya, meski tidak dipungkiri, Naya bisa menikmati namun tetap juga merasa sakit. 2 jam berlalu Naya melayani Kris di atas ranjang dan Chris masih belum sadar sepenuhnya, atau sembuh sepenuhnya, karena meski Naya sudah merasa lelah, dan mencoba untuk minta istirahat, Chris tetap menikmati tubuh indah Naya tanpa mendengarkan permintaan Naya hingga Naya benar-benar merasa tubuhnya terasa remuk karena melayani nafsu Chris. Kris langsung mengeram panjang penuh kenikmatan setelah ia melakukan pelepasan untuk yang kedua kalinya, dan kali ini Kris benar-benar merasa sangat puas, hingga membuat tubuh Naya langsung tak berdaya dibawa ke lingkungannya. "aku minta maaf. "hanya kalimat itulah yang terucap dari bibir Kris, untuk Naya, lalu menarik tubuh Naya ke dalam pelukannya dan menyelimuti tubuh polos keduanya dengan selimut putih dan tanpa menjawab pertanyaan keris Naya langsung memejamkan matanya, dan tidak berselang lama, Naya Sudah terlelap. Keesokan harinya, Chris bangun lebih dulu, dan Kris melihat wajah cantik Naya masih sangat membuat dirinya terpesona, padahal semalam Kris sudah menikmati tubuh Naya dengan waktu yang cukup lama bahkan sudah membuat penampilan Naya seperti orang gila rambut acak-acakan, serta pakaian yang sudah tidak layak untuk dipakai lagi. Tapi, melihat wajah Naya di pagi hari saat ini, itu membuat keris masih bisa memuja kecantikan Naya. Chris yang awalnya tersenyum sambil menatap wajah Naya, langsung merubah ekspresinya jadi kembali datar saat melihat Naya mulai menggeliat dan membuka matanya. "Pagi Om Chris. Bagaimana keadaan om? Om baik-baik saja kan?" tanya Naya yang entah kenapa tiba-tiba ia jadi merasa khawatir pada Chris. " Aku tidak apa-apa, tidak perlu mengkhawatirkan aku, karena aku tidak begitu menyedihkan. " Ujar Chris dengan pura-pura memperlihatkan wajah datar seperti biasanya, padahal tidak dipungkiri dalam hati Chris ia merasa senang mendapat perhatian pagi-pagi dari Naya. Naya tidak sadar, yang seharusnya bertanya apakah baik-baik saja itu adalah Chris, bukan Naya, karena semalam Chris yang menyiksa Naya, bukan Chris yang merasa disiksa oleh siapapun. Tapi karena kepolosan Naya, malah Naya yang bertanya Bagaimana kondisi Chris. "Om Chris yakin mau pulang sekarang? Kalau memang Om Chris merasa tubuhnya masih belum enakan, aku hubungi asisten pribadi Om Chris, biar dia yang menjemput kita. "ujar Naya yang langsung mendapat gelengan cepat dari Chris, dan Chris langsung duduk dengan Helaan nafas kasar, bersandar di sandaran ranjang, membuat Naya yang melihat d**a Chris yang dipenuhi oleh tumbuhan rambut yang cukup banyak, membuat Naya langsung meneguk ludahnya dengan susah payah. "Bagaimana aku tidak merasa kesakitan semalam, tubuhnya sekekar ini. "gumam Naya dalam hati sambil menatap d**a Chris yang begitu sangat kekar di mata Naya. "Sekalipun Aku tidak minta dijemput Hans, aku juga tidak akan berjalan sendiri. jadi kita tidak perlu menunda kepulangan kita, kalau hanya mengkhawatirkan kondisiku, terkecuali Kalau kamu masih betah di sini." ujar Chris yang memang tidak merasa begitu menyedihkan kondisinya karena menurut Chris, yang harus diperhatikan itu adalah Naya, bukan dirinya. "Tidak begitu Om. kalau Om memang baik-baik saja, kita bisa langsung pulang hari ini. Kalau begitu kita kembali ke penginapan. "ujar Naya dengan penuh semangat, dan saat Naya ingin turun dari ranjang, tiba-tiba ia meringis menahan sakit di bagian intinya, membuat Naya memejamkan matanya dan menekan miliknya menggunakan selimut, Karena ia benar-benar merasa sangat sakit. Chris yang mengerti rasa yang dirasakan oleh Naya seperti apa, langsung menarik tubuh Naya ke dalam pelukannya, dan mengecup kepala Naya dengan lembut. "Hati-hati. Biar aku bantu ke kamar mandi. "ujar Chris yang langsung menggendong tubuh Naya ke kamar mandi, lalu setelah itu Chris menghubungi supirnya, meminta agar supirnya membawakan pakaian wanita dan juga untuk dirinya. Tidak berselang lama Chris memberi perintah Naya keluar dari kamar mandi dengan memakai jubah mandi, dan Chris tersenyum karena melihat wajah Naya sudah kembali fresh lagi. "Tunggu di situ, karena sebentar lagi supir kita akan datang membawa pakaian ganti buat kita." ujar Chris meminta Naya untuk menunggu sopirnya di ranjang, sedangkan keris sendiri memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Setelah mereka sudah berpakaian rapi, mereka memutuskan untuk kembali ke penginapan. Saat Chris mengajak Naya untuk sarapan bersama, tiba-tiba Chris tidak sengaja bertemu dengan kliennya, dan tentunya pertemuan itu secara tidak sengaja. "Selamat pagi Tuan Chris. Senang bertemu dengan anda, dan bahkan saya tidak menyangka akan bertemu Anda di sini. "sapa Klein Chris dengan penuh keramahan, sedangkan Chris tetap saja memperlihatkan wajah datarnya. " Bagaimana kalau kita sarapan bersama, apakah anda tidak keberatan saya bergabung dengan anda dan juga asisten Anda kebetulan saya sendiri. Biar saya yang mentraktirnya." ujar Yoga mengajak Chris untuk sarapan bersama. Chris hanya menganggukan kepalanya pelan, lalu Yoga mempersilahkan Chris untuk masuk ke dalam ruang VIP untuk sarapan bersama. "Apa nona Naya sudah punya pacar?" tanya Yoga yang entah kenapa Chris langsung melirik Naya dan Naya langsung menyadari lirikan tajam dari Chris. "Tidak, Tuan yoga. saya masih sendiri. "jawab Naya jujur dan penuh keramahan. mendengar jawaban Naya, Yoga mencoba untuk mendekatkan kursinya pada kursi Naya, lalu Yoga menatap wajah cantik Naya dengan penuh kekaguman. "Apa iya wanita si cantik nona Naya tidak punya pacar." ujar Yoga yang entah kenapa tatapan Yoga membuat Naya merasa risih. Karena pertanyaan Yoga yang menurut Chris sangat tidak berguna, Chris langsung menyeret kursi yang dipakai oleh Naya dengan hanya sekali tarikan saja, hingga kursinya berdempetan dengan kursi Naya dan apa yang dilakukan oleh Chris berhasil membuat Naya dan juga Yoga terkejut. "Aku sih tidak lapar, dan tidak perlu sarapan. Kalau memang kamu masih belum menyelesaikan sarapanmu, biar aku tunggu di mobil. "ujar Chris dengan penuh ketegasan, dan itu membuat Yoga langsung tertawa. " Kenapa harus terburu-buru, Tuan Chris. nona Naya masih belum sarapan, sebaiknya kita sarapan dulu. Mari kita nikmati. "ujar Yoga meminta Chris untuk menikmati sarapannya. " apa aku harus mengulang kalimat yang sama? "tanya Chris yang membuat Yoga langsung berdehem dan menetap Chris dengan tatapan seriusnya. "apakah Anda menyukai asisten Anda Tuan Chris? Kenapa saya di sini menangkap aura kecemburuan. Tidak mungkin kan Anda cemburu pada asisten sendiri? "kata Yoga yang membuat Chris langsung berdiri dan membenarkan jasnya, lalu tanpa menatap Naya, Chris meminta Naya untuk segera menyelesaikan sarapannya dan setelah itu menyusul dirinya ke mobil. Yah, Chris memutuskan untuk menunggu Naya di mobil, dan apa yang membuat Chris jadi tidak nafsu makan, Naya juga tidak tahu. Tanpa menunggu jawaban Naya terlebih dahulu atau respon dari Naya terlebih dahulu, Chris langsung membawa langkah lebarnya keluar dari ruang tersebut, dan memilih menunggu Naya di mobil. Naya hanya diam saja menatap makanan yang sama-sama tidak ada yang tersentuh, baik itu milik Chris, ataupun milik Yoga. "Tuan Yoga bisa menikmati sarapan Anda, Saya menyusul atasan saya dulu, karena tidak pantas atasan menunggu bawahan." ujar Naya dengan penuh kesopanan, lalu berdiri, namun langsung ditahan oleh Yoga. " Entah kenapa saya memandang nona Naya seperti memiliki daya tarik tersendiri. Apakah anda tidak keberatan Kalau saya tertarik terhadap Anda? "tanya Yoga yang membuat Naya langsung mengerutkan keningnya. " maaf, tuan Yoga. saya harus pergi. "ujar Naya berusaha untuk melepaskan Yoga agar tidak menahan dirinya, namun Yoga tetap memaksa untuk menahan tubuh Naya bahkan posisinya sudah terlihat seperti orang yang sedang berpelukan. Naya berontak, mencoba untuk melepaskan diri dari Yoga, Namun ternyata tenaganya kalah dari Yoga. "Tuan Yoga, tolong lepaskan saya!" teriak Naya saat Yona ingin mencium bibirnya
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD