Chapter 28

1652 Words

Flashback On. Beberapa bulan yang lalu. Devan berdiri di depan sebuah club yang cukup besar. Ini adalah pertama kalinya pria itu masuk ke dalam club. Selama ini, Devan selalu dikenal sebagai siswa dan mahasiswa teladan. Baik itu di sekolah, maupun di kampus. Hingga akhirnya, pria itu memutuskan untuk menginjakkan kaki pertama kali di dalam club. Itu pun berkat bujuk rayu teman-temannya yang malam ini mengadakan pesta. “La Factoria Club,” gumam Devan. “Nama yang unik,” ujarnya kemudian melangkahkan kaki memasuki club tersebut. Menyusul teman-temannya yang telah masuk terlebih dahulu. Sesampainya di dalam, mata Devan langsung disambut oleh orang-orang yang meliuk-liukkan badan di lantai dansa. Telinganya menangkap suara musik DJ yang begitu keras. Dan hidungnya menghirup aroma rokok jug

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD